Accessibility informationSkip to the main content

Perubahan tekanan

Selama lepas landas dan ketika pesawat terbang menanjak, berkurangnya tekanan udara dalam kabin menyebabkan gas mengembang. Gas yang terperangkap dapat mengembang lebih dari 25% dibandingkan dengan tingkat permukaan air laut. Saat pesawat terbang turun, volume gas berkurang. Udara yang terperangkap dalam area tubuh, seperti sinus, telinga, dan usus dapat menimbulkan ketidaknyamanan.


Untuk mengurangi dampak perubahan tekanan ini pada tubuh Anda, hindari minuman bersoda dan makanan pemicu gas, seperti kacang-kacangan dan kubis, serta hindari tidur pada sekitar satu jam terakhir penerbangan sehingga Anda dapat menguap, menelan, atau 'mengembangkan telinga Anda' guna menyelaraskan tekanan saat pesawat terbang turun.


Risiko masalah dengan telinga dan sinus akan meningkat tajam jika hidung Anda tersumbat atau ‘mampet’ akibat flu. Anda harus mempertimbangkan untuk menunda penerbangan Anda jika Anda sakit atau mendiskusikan dengan penyedia layanan kesehatan, karena pengobatan dekongestan juga dapat membantu.

Makan dan minum

Pencernaan melambat ketika tubuh tidak aktif, sehingga mengudap makanan ringan akan membuat penerbangan terasa lebih nyaman. Sangat dianjurkan pula untuk menghindari banyak minum alkohol dan minuman berkafein tinggi, seperti kopi dan teh, karena minuman tersebut bersifat diuretik sehingga meningkatkan kebutuhan untuk pergi ke toilet. Anda dapat menggantinya dengan meminum jus dan air secara lebih sering guna menjaga hidrasi yang tepat.

Olahraga dalam pesawat

Agar Anda tetap merasa segar selama dan setelah penerbangan panjang, cobalah melakukan olahraga di tempat duduk ini, yang juga dapat ditemukan pada majalah dalam pesawat Anda, setiap beberapa jam sekali:

  • Memutar telapak kaki: putar telapak kaki Anda pada bagian pergelangan, masing-masing sebanyak 20 kali.
  • Mengangkat pantat: angkat satu pantat dari kursi untuk meregangkan otot pada bagian tersebut. Tahan dalam 5 hitungan. Ulangi setiap sisinya sebanyak 5 kali.
  • Merapatkan lutut: rapatkan lutut dan paha bersama-sama, lalu regangkan otot pantat. Tahan dalam 5 hitungan. Ulangi sebanyak 5 kali.
  • Merapatkan punggung: rapatkan sebagian kecil punggung Anda ke kursi sehingga bahu Anda maju. Selingi dengan merapatkan bahu Anda ke kursi. Ulangi sebanyak 5 kali.
  • Memutar bahu: dengan lengan di samping, putar bahu Anda ke depan 10 kali, lalu ke belakang 10 kali.
  • Memutar kepala: putar kepala Anda perlahan pada satu arah, lalu ganti dengan arah lain. Ulangi sebanyak 10 kali.
  • Menekan kaki: angkat tumit dan tekan jemari Anda ke lantai, lalu angkat jemari dan tekan tumit ke lantai. Lakukan sebanyak 10 kali untuk setiap kaki.

Mabuk pesawat

Mabuk pesawat disebabkan adanya ketidakseimbangan antara yang dirasakan tubuh dengan yang dilihat, dan dapat memburuk selama guncangan di udara. Apabila Anda gampang mengalami mabuk pesawat, kami menyarankan Anda untuk:

  • Meminta kursi dekat jendela di atas sayap
  • Menghindari alkohol sebelum dan selama penerbangan
  • Menghindari dehidrasi dengan memastikan Anda cukup minum air sebelum dan selama penerbangan
  • Bersantap kudapan ringan dan tidak pedas
  • Mengenakan pakaian yang longgar, nyaman, dan berbahan dingin
  • Jangan alihkan pandangan dari daratan, laut, atau kaki langit jika cuaca cerah
  • Berkonsentrasilah pada suatu aktivitas dan sibukkan otak Anda (tetapi hindari membaca jika cara ini justru cenderung memperparah gejala Anda)
  • Ambil kantung mabuk udara ketika Anda menempati kursi dan dekatkan dengan jangkauan Anda
  • Diskusikan penggunaan pengobatan yang tepat dengan dokter Anda. Anda juga dapat menemukan banyak sediaan siap pakai yang dapat digunakan.

Kualitas udara kabin

Pesawat terbang modern kami antibising dan nyaman, dengan tingkat ventilasi unggul. Kadar perubahan udara dalam kabin pesawat terbang terbukti lebih baik daripada gedung perkantoran dan kereta api, serta sebanding dengan yang dijumpai dalam ruang operasi rumah sakit.


Selain itu, berlaku larangan merokok pada seluruh penerbangan Emirates, sehingga tingkat polutan di udara jauh lebih rendah daripada kebanyakan jalanan atau bangunan kota. Udara segar selalu disuntikkan ke udara daur ulang melalui filter yang sangat halus (HEPA) guna melenyapkan 99,997% dari seluruh debu, virus, jamur, dan bakteri.


Akan tetapi, udara dalam kabin memiliki tingkat kelembapan yang rendah yang dapat menyebabkan kulit, hidung, tenggorokan, dan mata sedikit kering. Untuk meminimalkan dampak kekeringan ini, Anda harus:

  • Menghindari minuman beralkohol dan berkafein
  • Melepas lensa kontak dan mengenakan kacamata selama penerbangan Anda
  • Oleskan pelembap guna melembapkan kulit Anda.

Bantuan Medis dalam pesawat

Awak kabin Emirates dilatih untuk memberikan pertolongan pertama jika terjadi kondisi darurat medis di atas pesawat.


Pesawat terbang kami dilengkapi kit medis serta defibrilator yang lengkap untuk digunakan oleh awak kabin.


Sejumlah penerbangan memiliki peralatan telemetri terbaru sehingga staf medis di darat dapat memeriksa pasien saat mereka masih mengangkasa. Harap diketahui bahwa penumpang bertanggung jawab atas setiap biaya perawatan medis yang mungkin mereka perlukan ketika sudah mendarat. Oleh karena itu, asuransi perjalanan menyeluruh sangatlah disarankan.

Trombosis Vena Dalam (DVT)

Trombosis Vena Dalam (DVT) terjadi ketika gumpalan darah terbentuk di kaki bawah. Hal ini tidak membahayakan kecuali gumpalan tersebut pecah dan mengalir ke paru-paru. Imobilitas menjadi faktor risiko terbesar DVT dan kondisi ini dapat dialami setelah perjalanan menggunakan mobil, bus, kereta, atau pesawat, atau bahkan setelah duduk lama dalam bioskop.


Akan tetapi, laporan internasional yang diterbitkan World Health Organisation (laporan WRIGHT) menunjukkan tidak adanya peningkatan resiko bagi para pelancong sehat akibat terbang dibandingkan dengan imobilitas berdurasi sama pada moda transportasi lainnya. Ikuti saran umum ini demi kenyamanan Anda dalam pesawat dan demi mengurangi risiko timbulnya DVT:

  • Kenakan pakaian yang longgar dan nyaman.
  • Letakkan bagasi Anda dalam wadah di atas kepala, dan bukan di bawah kursi di depan Anda. Dengan demikian, Anda dapat meluruskan dan menggerakkan telapak maupun pergelangan kaki Anda secara berkala.
  • Karena imobilitas adalah faktor risiko utama dalam pembentukan DVT, disarankan untuk melakukan gerakan olahraga yang direkomendasikan pada kursi secara rutin, dan manfaatkan kesempatan ini untuk melakukan peregangan dalam perjalanan ke dan dari toilet.
  • Jaga tubuh Anda agar tetap terhidrasi dengan meminum jus atau air secara teratur dan hindari minuman beralkohol serta berkafein.

Sejumlah orang cenderung lebih mudah terserang DVT daripada orang lain. Faktor risiko berkaitan dengan DVT yang telah diketahui adalah sebagai berikut:

  • Berusia di atas 40
  • Baru menjalani pembedahan besar atau mengalami cedera, khususnya yang berdampak pada anggota tubuh bagian bawah atau perut
  • Baru melalui imobilisasi selama sehari atau lebih
  • Memiliki riwayat DVT pribadi atau keluarga
  • Gangguan pembekuan darah
  • Bentuk penyakit jantung tertentu
  • Memiliki riwayat atau mengidap penyakit ganas
  • Perawatan hormonal, termasuk pil kontrasepsi dan terapi penggantian hormon
  • Kehamilan
  • Merokok
  • Obesitas
  • Varises.

Apabila Anda memiliki faktor risiko ini, Anda harus meminta saran dokter Anda sebelum bepergian dan mendiskusikan kemungkinan pencegahan medis berikut:

  • Pemakaian stoking atau kaus kaki penerbangan antiembolik
  • Pengobatan antikoagulan atau tindakan profilaksis lainnya sebelum penerbangan.